Sop Ayam

resep-sop-ayam

cerita nya gini, kurang lebih setahun yang lalu waktu aku masih unyu-unyu nya jadi Mahasiswa baru, deket kos ku ada warung burjo yang ternyata jualan Sop Ayam juga. Hard to explain pokonya rasa dari Sop Ayam yang dijual disana, bikin nagih, asli.

jadi waktu itu tengah malem menuju pagi, udah jadi rutinitas tiap hari untuk begadang karena tugas , Manchester United dan sebagai-sebagai nya yang menurutku sangat worth aku jadikan alasan untuk begadang. aku laper, pengen makan. dan tanpa pikir panjang dan menimbang banyak hal, aku wes pilih Sop Ayam di burjo yang sering aku mampir.

tapi sayangnya, malem itu makan ku ga tak selesein. alias makan ku gak habis, padahal mungkin orang-orang tau bahwa ga pernah sedikitpun kutinggal makanan ku di piring  heuheu. tapi waktu itu aku mendadak berhenti makan disaat lagi laper-lapernya.

semua itu gara-gara mas-mas sebelahku yg lagi berduaan sama temen nya (cowok juga) makan di sebelah meja ku. yang bikin aku gak mood makan saat itu adalah isi dari pembicaraan mereka yang bikin aku susah nelen lagi. yang bikin Sop Ayam ku yang harusnya gurih dan enak tenan jadi hambar.

mau tau obrolannya apa?

aku sih gak maksud nguping, tapi yo mbok mikir tengah malem cuk sepi hening begitu ada orang ngobrol yo aku terlanjur mendengar apa yang mas nya bilang.

dia bilang gini.

“tau gak Alarm paling bagus di dunia ini yang gak pernah rusak itu ada dimana?”

bodo

“di sini.”

*krik**krik*

“namanya, Nurani”

for a while, rasanya waktu itu semua berhenti semua mendadak beku. aku aja bengong sendiri. ko bisa ya. terus lanjut deh mas nya jelasin.

” Nurani itu, tiap kita ngelakuin suatu hal yang gak baik buat diri kita, mesti dia ngasih tau.”

Bumi gonjang-ganjing..

mendadak laper ku ilang. dahi ku ngerenyit. sendok ku kebalik. dan otakku berpikir keras.

pantes ya aku sering kali ga sreg ngelakuin sesuatu. pantes ya aku suka ujug-ujug mogok. mau ditarik-tarik segimana, aku wes gamau.

pikirku, mungkin itu yang namanya Nurani bekerja dalam diriku.

aku jadi semacam nemuin sesuatu yang selama ini aku rasain tapi aku gak paham dan gak ngerti juga bingung jelasin nya macam apa. bahkan aku bingung jelasin ke diriku sendiri.

akhirnya saat itu gara-gara Sop Ayam, juga mas-mas nya. aku jadi nemuin sesuatu yang sampe sekarang buatku berharga pake banget di kehidupan aku.

selama ini aku jadi mikir, bahwa kita masing-masing punya Nurani. sekalipun dipake atau engga tergantung masing-masing. Aku, sering loh ngalemin mau boong sama orang gak jadi, sering mau jahatin orang malah gak jadi, sering pengen masukin cabe 10 sendok ke mangkok temenku malah gak jadi. mungkin karena saat itu Nurani ku bekerja ya, heuheu.

sekalipun sering juga, aku bodo amat. yang penting aku bahagia. yang penting aku seneng. ada perasaan-perasaan aneh ga sreg disini. tapi aku biarin.

kadang aku otoriter terhadap diriku sendiri.

Dan salah satu hal yang bikin aku berani otoriter ke diriku sendiri, yang bikin aku berani tutup telinga tiap Alarm ku bunyi. itu ya mesti karena Cinta.

ciye

Heuheu. pernah gak sih kamu mengabaikan banyak hal hanya karena cinta?

aku pernah.

Heuheu. pernah gak sih secara logika dan kalkulasi mu dia orang gak baik tapi kamu tetep cinta?

aku pernah.

Heuheu. pernah gak sih kamu tau dia udah ada punya pacar tapi kamu tetep cinta?

kata orang banyak, cinta itu buta. cinta bikin kamu gila.

heuheu

jadi readers ku yang baik, sedikit curhat. bertahun-tahun aku gak punya pacar. berkali-kali aku jatuh cinta. dan itu suatu hal yang aku syukuri juga bahwa ternyata hati ku gak mati. aku mau sepatah hati apapun tetep aku bisa cinta lagi sama orang wkwk

kita tuh nyata nya gak bisa milih kita mau cinta sama siapa, mau kapan kita cinta sama orang, gimana cara nya, kita gak pernah tau.

tapi ini yang selalu jadi pegangan ku tiap jatuh cinta sama orang, bahwa kamu cinta ya cinta aja udah. so, aku selalu bikin lingkaran dalam hidup ku, isi nya hal-hal yang aku lakuin selama aku jatuh cinta.

prinsipku, tiap kita jatuh cinta, itu wis urusan dirimu sendiri dengan hal atau seseorang yang kamu cinta. tapi bukan urusan orang yg kamu cinta dengan dirimu.

ketika ada feedback, semenurutku itu bonus. karena apa ya, esensi men-cinta-i ya menurutku seperti apa yang Sujiwo Tejo selalu bilang, gak ada kalkulasi, gak ada merasa berkorban.

makanya aku bebal. gak pernah aku pikir dia cinta balik ke aku apa engga, sing penting dalam lingkaran ku  tadi, aku mencintai dia dengan cara-cara ku sendiri.

cuman karena aku manusia juga, kadang prinsipku juga ga teguh-teguh banget, tanpa aku sadari kadang aku menyimpan secuil harapan. bahwa suatu saat apa yg aku bangun di lingkaran itu bisa dia liat. bisa dia nilai. bisa dia maknai.

dan tiap aku kaya gitu mesti Alarm ku bunyi.

Dan yang bikin sedih adalah, disaat krusial kaya begini aku berani-berani nya gak gubris Alarm ku sendiri.

Aku punya prinsip aneh macam itu karena apa ya, mungkin karena aku jarang jatuh cinta. susah gitu rasanya punya hal atau seseorang yang bisa dicinta. bukan karena seleraku aneh-aneh loh ya. tapi aku mendefinisikan diriku tiap jatuh cinta sama orang itu saat ya itu, ada Zing yang aku rasain wkwk.

mungkin tanda nya bisa dirasa saat detak jantungmu ritme nya aneh. atau tiap pikiranmu menjadi penuh sama hal-hal yang berkaitan sama dia. ya ngerti sendiri lah mesti jatuh cinta itu kaya apa.

dan sekarang aku lagi jatuh cinta.

asik ya, wkwk.

tapi sial,
dia udah ada yg punya.

tapi bodo,
kan aku cinta.

tapi sebel,
aku punya harapan.

Alarm ku wis dengan volume paling polll gubrak-gubrak aku biar sadar.

sampe aku dikasih pilihan. sama diriku sendiri.

kamu sadar, dan balik lagi ke lingkaran mu dengan tetap jatuh cinta tanpa simpen harepan apa-apa

atau kamu lawan semuanya, kamu hapus semuanya.

tentu aku pilih yang pertama lah, karena the art of loving itu sendiri yang bikin asik. sesuai prinsip ku diatas.

tapi sayang,
setelah banyak merenung, banyak diskusi sama diri sendiri. ternyata aku gabisa. aku gagal.

padahal, bukan aku gak mensyukuri rasa yang semenurutku ini pemberian dari Allah SWT yang asli sangat amat mengasyikan heuheu

tapi ya gimana, aku juga perempuan. Nurani ku bilang,

“kamu ini apa, Kartini aja bela kaum nya. kamu malah begini”

wkakaka

so fuckin complicated asli. aku aja misuh-misuh sendiri. why oh whyyyyy

makanya kalo kata Sujiwo, Tuhan itu gateli. Tuhan itu Maha Asyik.

ya itu lah Nurani

HEUHEU, HEUHEU, HEUHEU

JANCUK

Iklan

God Knows I Failed, But HE Knows That I’ve Tried

CDqmKYsWoAAR_MQ

Aku gak lolos SNMPTN. buat aku sadar bahwa usaha aku belum seberapa, doa aku belum melimpah. sedih? a little bit. toh rasanya ga begitu sakit dibandingin bertahun-tahun pdkt tapi jadiannya sama orang lain haha

ih ngawur. as everybody predicted on me, aku tuh gak akan lolos SNMPTN karena emang ketinggian buat aku. iya ketinggian :’)

jadi aku itu daftar SNMPTN ke Universitas Gadjah Mada ambil prodi Geofisika sama Kartografi. yah pas tau emang aku gak lolos Alhamdulillah gak ada perasaan kecewa berlebih. sedih sedikit wajar sih ya.

sedih nya tuh karena gak bisa kasih kepastian ke orang tua aku udah dapet tempat singgah setelah SMA ini. beruntung banget temen-temen yang bisa masuk PTN lewat jalur itu.

tapi emang aku ngaca sama nilai raport aku sendiri hahahaha jancuk banget kalo bisa masuk PTN lewat SNMPTN hoho

tapi aku cukup puas karena ternyata aku punya keberanian yang lebih dan berani ambil resiko yang sangat besar untuk ambil keputusan ini. biarpun hasilnya eng ing eng

tapi ini sekedar motivasi aja dari diri aku sendiri buat aku pribadi, bahwa ada pepatah banyak jalan menuju Roma berarti banyak jalan juga menuju UGM

karena semua ini sudah termasuk takdir Allah, berarti Allah tau aku masih punya tenaga untuk lanjut terus ke tes-tes yang berikutnya. aku mau yang positif aja, Allah berarti nilai aku bahwa aku itu orang yang kuat untuk lewatin SBMPTN.

karena Allah pasti kabulkan do’a setiap hambanya…
karena Allah tidak pernah ingkar janji…

yang aku hadepin sekarang emang bukan sesuatu hal yang gampang dan kecil. ini emang sesuatu yang bener-bener harus aku perjuangin. karena liat bapak ibu yang udah banyak keluar uang, tenaga sama pikiran buat semua ini.

aku gak boleh main-main..

dan gak boleh dengerin kata orang yang bikin aku nyerah

semoga niat ini terus lurus
semoga do’a ini selalu terpanjat
semoga usaha ini selalu dilakukan
semoga kamu juga selalu do’ain aku ya….

salam, pejuang SBMPTN!

Tapi Kita Bukan Anjing

polls_couple_fighting_4307_743460_poll_xlarge

Setiap orang pasti punya waktu nya masing-masing untuk menjadi berbeda. menjadi berbeda dari sebelumnya. siapa sangka, akhirnya kita menemukan waktu nya bersama. maksudku bersamaan. bukan bersama-sama.

unduhan (2)

bersamaan kita temukan waktu kita untuk berubah.
sebelumnya kita adalah sepasang anak kucing yang amat lucu yang berlarian kesana kemari dan kadang bertengkar satu sama lain.
kadang kita ini menjadi sepasang rumput dan pohon di tengah lapang. kalau aku rumputnya, kamu pasti pohon tempat aku berteduh. dan kamu pohon, aku rumput yang temani kamu di tengah lapangan.
dan itu jauh sebelum kita temukan waktu ini.
sekarang, kucing itu sudah besar. mereka berpisah untuk waktu yang sangat lama. bertahan di jalanan dan perumahan secara terpisah. kejamnya panas jalanan dan lalu-lalang kendaraan kita hadapi sendiri. dibuang, ditendang, dihina, dicaci kita alami bersamaan. bukan bersama-sama. kita adalah sepasang kucing kehilangan rumah. kita kucing yang tersesat.

stock-footage-tree-in-the-summer-on-the-middle-of-a-wheaten-field-time-lapse

oh, rumput pun sekarang banyak dicabuti untuk makan kerbau para petani. dan sudah pasti aku berada di dalam perut kerbau sekarang. dan kamu, kamu pohon yang semakin besar dan tinggi. di jaman sekarang ini, sudah jarang orang yang bersinggah di pohon besar untuk bersantai, mereka lebih memilih bersantai di rumah diatas sofa dan didepan tv masing-masing. dan seperti yang kuduga, kamu sudah ditebang oleh orang-orang yang butuh kayu bakar atau butuh kayu untuk membangun rumah. aku tak tahu pasti. yang ku tahu, sekarang lapangan itu berubah menjadi tandus dan kering. kering sekali.
ah, aku tak tahu pasti kenapa semua ini bisa terjadi. aku bahkan tidak tahu siapa yg lebih dulu meninggalkan rumah, siapa yang lebih dahulu dicabut atau ditebang.
yang aku tahu, seharusnya kita menjadi sepasang kucing yang penurut dan tak pernah kabur dari rumah. seharusnya akar rumputku dan akar pohon mu bisa sedikit lagi saja tumbuh sehingga kita bisa berpegangan erat.

tapi nasi sudah menjadi bubur. hanya doaku padamu, semoga kamu bisa menyebrang jalan dengan amat hati-hati, atau aku berdoa agar engkau tak meneteskan air mata saat tubuh kayumu terbakar. karena tanpa mu, orang itu tak bisa makan makanan yang masak. atau tanpamu, rumahnya tak bisa dibangun.

sama seperti kenyataannya, sekarang kita bukan sepasang sahabat yang imut lagi. mungkin kita lebih mirip orang tua yang sering marah-marah. atau kondektur angkot yang kadang emosi di siang hari. hidup kita memang keras. seperti halnya otak dan hati kita masing-masing. kita sama.

tapi seperti yang kita tahu, kali ini bukan perkara mudah. atau memang kita yang menyulitkan, yang jelas,  sekarang kita bukan lagi sahabat yang berjalan seiringan. bukan lagi dua orang yang seiya sekata. bukan lagi kita yang tanpa bicara bisa mengerti satu sama lain. iya. ini bagian dari perubahan kita. entah itu ke arah yang lebih baik ataupun ke arah yang lebih buruk, kita harus jalani bagian ini masing-masing.

aku bersyukur, sangat bersyukur, pernah punya seorang sahabat terbaik seperti kamu yang telah banyak buat tahun-tahun ku ceria. sekalipun akhirnya memang tidak seceria dulu.

aku tahu, kamu sudah banyak berusaha merubah kembali semuanya menjadi seperti semula, namun gagal..
aku juga, aku juga sudah berusaha semuanya agar kembali seperti semula lagi.
aku bisa terima kalau kamu benci aku sepenuh hati kamu. tak apa. aku terima. tapi kalau kamu baca ini, kamu harus tau, semua alasan dibalik hal-hal yang aku lakukan selama ini.
karena aku tak punya sekantong kata berani untuk bicara ini langsung kepadamu karena aku takut, kamu akan malas dengar seribu alasan ini.
untuk beberapa hal jauh hari yg buat kita begini, aku tak akan lagi mengungkitnya.
tapi untuk kemarin, aku tau kamu sangat benci sekali karena aku tiba-tiba datang kepadamu dengan emosi yang menggebu-gebu dan seenak hatiku marah-marah padamu. ah begini ceritanya..
kamu tau, kamu sudah aku anggap adik, kakak bahkan keluarga sendiri, tak ada satupun hal yang tidak aku ceritakan padamu. aku bahkan menyayangimu sepenuh nya dengan cara-cara ku sendiri.
kamu tau, aku sangat ingat sekali kamu pernah berjanji padaku untuk satu hal. untuk tidak pernah merokok sama sekali. janji itu aku percaya sudah bertahun-tahun lamanya kamu tepati. aku sangat bangga kepadamu karena kamu bisa menepatinya.
kamu juga pasti tahu kenapa aku sangat setuju kamu tidak pernah merokok untuk selama-lamanya. karena aku bercermin pada ayahku. kamu tau dia adalah perokok berat yang hidupnya tak pernah lelah menghisap daun kering itu. kamu tau, sepanjang waktu kita berjarak ini, ayahku sering sekali batuk-batuk, tiap hari aku menangis karena tak bisa menghentikannya. sampai akhirnya, aku tau sekarang kamu merokok. aku menjerit sakit dalam hati. kenapa bisa sampai hati kamu langgar janji kamu. bukan lagi soal janji kita dimasa dulu, aku hanya sedih ah bukan, aku bahkan sakit mendengar kenyataan ini. kamu tau, barang itu sangat membunuh dan membuat kamu sakit nantinya. mungkin bukan sekarang. bukan sekarang. tapi nanti. aku hanya tidak mau lihat anak dan istrimu nanti ikut menangis seperti aku sekarang ini. tapi apa yang aku terima karena semua ini, kamu berkilah bahwa akulah dalang dari kelakuan kamu itu. kamu bilang karena aku tidak pernah ada lagi buatmu disaat-saat tersulit kamu. kamu salahkan aku sendiri. sebenarnya aku sama sekali tidak terima. tapi.. kalau itu mau kamu, kamu bisa salahkan aku sepuasnya. kamu bisa sekarang, ya kamu bisa salahkan aku.

tapi aku tidak akan salahkan kamu karena hal ini. seperti yang kamu tahu, dulu aku pernah mengalami depresi yang teramat sangat hingga aku kehilangan sadar dan histeris semalaman. beberapa waktu yang lalu, hal itu terjadi lagi, kali ini aku overdosis beberapa obat cadangan ku sendiri. aku bahkan tidak begitu ingat apa yang menyebabkan hal itu terjadi. oh, mungkin karena aku lupa jalan ku untuk pulang, aku merasa sebagian hidupku sudah tak ada gunanya lagi, dan aku lupa kalau sehat, jangan minum obat. 5 hari lamanya aku tidak berangkat ke sekolah. dan sesuai tebakan ku, kamu tidak peduli akan hal itu. bahkan sampai detik ini, teman-teman pun belum ada yang tahu. sebenarnya aku ingin marah, karena aku juga kesepian, aku bahkan rindu, tapi keadaan kita begini. kita sudah terlalu amat jauh..

tepatnya kemarin, dari sekian lama kita tak berkomunikasi, akhirnya kita berkomunikasi juga, tapi kali ini kita berdebat hebat didepan umum.
tepatnya, aku sendirian, dan kamu bersama teman-temanmu.
aku tau kamu sangat marah, akupun juga sama.
sekarang kamu benci sepenuh nya padaku, aku pun sama.
aku tau betul dalam pikiran dan perasaanmu, tidak ada lagi niatan untuk perbaiki dan mengulang semua kebaikan yang dulu pernah kita lakukan. aku tau. “baikan? no more kan?”

oh iya, kalau kamu bilang aku anjing, kamu salah. aku manusia, sama seperti kamu. jadi, jangan sekali-kali kamu anggap aku anjing, kalau kamu juga tidak mau orang anggap kamu itu anjing.

akhirnya aku sangat bersyukur kenapa aku sekolah disana, karena seperti yang kita ketahui, sekolah kita punya 2 gerbang, kalau kamu masuk melewati gerbang kiri, biar aku yang lewat gerbang kanan.

saat jam istirahat, untungnya sekolah kita punya 2 tempat spot jual makan. kalau kamu pergi ke kantin bareng teman-temanmu. cukup aku jajan dikoperasi dekat kelasku.

saat kita melakukan kewajiban kita bersama, kamu tahu aku akan shalat dilantai dua.

kalau kamu asik bermain volly di lapangan, jangan khawatir. aku tak akan mengganggumu sedetikpun. karena aku tidak bisa bermain volly. aku mungkin akan berada dikelas atau akan tidur di perpustakaan dimana kamu tidak pernah punya alasan untuk pergi kesana.

mungkin kita sudah sepakat sampai disini. kita memang bukan sepasang kekasih yang sepakat berpisah. tapi kita memang sahabat dekat yang sama-sama sepakat untuk mengakhiri semuanya dan menjadi orang asing untuk diri masing-masing. aneh mungkin. tapi itulah kita..
sepasang kucing yang tersesat, rumput yang dimakan kerbau, dan pohon yang jadi kayu bakar.
tapi kita, bukan Anjing kan ………

sedikit puisi untuk kita berdua yang aku temui dipinggiran halaman google.

FRIENDS FOR NEVER

Friends forever, you promised.
Never to part, you said.
But now we’ve fought,
Words were thrown between us…
And now I’m lying here crying on my bed

Part of me feels,
That it’ll never be the same…
Sure we’ve fought before,
But they were always fixed,
And we both took responsibility to the problem,
But in this one fight,
You said there was only one person to blame…
Me.

I’ve always been there for you.
And I know I always will,
Because I cared about you then,
And I care about you still.

Friends forever,
Was what we said we’d always be,
But look what’s happened today,
We’ve fought and now you are gone…
So what I really need you to see,
Is what you made it feel like,
All the tears I’ve cried,
The hurt I’ve felt all through the night,
You said friends forever,
But really,
It was friends for never

good-bye-my-friend

//

Tuhan, aku hampir nyerah!

UGM

coba kasih tau aku, kalau aku gak boleh diem aja
gak boleh jalan
gak boleh duduk
tapi aku harus lari
buat pergi kesana

coba kasih tau aku, waktu gak akan nunggu
karena ini bukan hitungan tahun
bukan hitungan bulan

coba aja tampar aku
biar aku sadar
kalau nyerah itu bukan pilihan

coba aja siram aku
biar aku mau bangun
setelah aku jatuh

coba aja teriak yang keras
teriak lebih keras dari tangisan aku
karena aku ngerasa capek

coba aja tarik aku
biar aku mau sujud
dan gak uring-uringan

coba aja buka mata aku
biar aku bisa liat
kalau aku masih bisa ngelakuin sesuatu

coba aja rasain
rasain jadi aku
yang gak tau harus apa
harus gimana
karena aku..
aku hampir nyerah….Tuhan

Berteman sama Sepi

hari ini Jum’at berkah, iya serius beneran ini hari berkah banget haha.
minggu ini itu minggu nya ujian praktek buat beberapa mata pelajaran yang entar hasilnya bakal terpampang di STTB (kalo gak salah)
hal positif yang ada di minggu ujian praktek ini adalah, waktu ujian yg nyantai banget. dari hari-hari biasanya yg kudu dateng sebelum jam 7, akhir-akhir ini aku dateng ngaret abis hahaha bukan mau nyepelein jam praktek sih sebenernya, tapi serius awalnya gak sengaja hohoho

to the point aja yo, jadi pagi ini tuh aku berangkat jam 7.30an lah terus sengaja gak parkir di sekolah (bukan karena insiden ilang helm loh ya) mager aja liat gerbang sekolah ditutup rapet (read: takut gaboleh masuk) dan akhirnya dengan cepat kilat aku putusin untuk parkir diparkiran kepercayaan di tempat biasa. pas dari parkiran, ada jarak beberapa meter yg harus ditempuh jalan kaki ke sekolah. dan pagi itu kenapa indah buanget karena pagi itu aku papasan sama guru super duper triper cool satu sekolahan. yg lebih bikin girang adalah bapak itu bilang gini sambil nunjuk-nunjuk imut “hayooo terlambat rida kamuuuu” ih kedengeran indah banget asli sambil imut-imut gitu haha.

SKIP

kenapa jadi ngomongin kebahagiaan tadi pagi ckck

tapi gatau kenapa, hari ini kan jadwal praktek nya bioterapan sama SBK ya, pokonya semuanya lancar sih Alhamdulillah. tapi ada perasaan gak penting yg aku rasain tadi pas udah praktek.

selesai praktek, semua udah rampung, seketika aku bingung mau ngapain, aku udah ke koperasi, udah ke kelas sana, ke kelas sini, aku udah samperin temen-temen aku, tapi….

aku ngerasa sepi. ga tau, gatau jelasin nya gimana,

tapi hari ini sebenernya kesepian banget,

oh iya aku maklumin semuanya pada sibuk, alhamdulillah

tapi gatau,

tapi tadi kayaknya aku punya temen baru…

namanya sepi

I’m da Queen of REMEDIAL

halo semuanya, happy saturday shit night yooo. ini postingan kecil buat nyemangatin semua pelajar yang ngerasa ga pantes nampangin muka dan ngerasa ga berharga lagi di depan buku raport nya sendiri di seluruh jagat raya ini. i just want to say that ” YOU ARE NOT ALONE! ”

BANGUN -> MANDI -> OTW SEKOLAH -> BELAJAR -> ISTIRAHAT -> BELAJAR -> BELAJAR LAGI -> LAGI-LAGI BELAJAR -> PULANG -> LES (read: BELAJAR) -> PULANG -> NGERJAIN PR (nb: sejenis BELAJAR) -> TIDUR (mimpi lagi BELAJAR)

gitu-gitu aja terus sampe gasadar bentar lagi UJIAN. bentar lagi ULANGAN, EXAM blablabla

dari kelas TK dulu sejujurnya aku emang ga pernah belajar. jarang banget belajar. pernah sih belajar, tapi ya kalau di sekolah aja, dirumah sih jarang

tiap ulangan modal nya cuman keberanian sama ketepatan insting. . .

sd namanya HER, smp namanya PERBAIKAN, entah kenapa pas sma jadi lebih keren lagi, REMEDIAL.

kalau kata orang habis hujan pasti ada pelangi, tapi kalau jaman-jaman ulangan, buat aku habis ujan ya banjir. banjir tugas..

wrinkled_paper_texture__by_christianluannstock-d36jws6

bayangin aja, tiap mapel yang diujian selalu aja kena remed, kecuali B.Indonesia B.Inggris sama Sejarah yang selalu konstan selamet dari remedial. ciyeee no reasons sih sebenernya kenapa bisa gitu, misteri haha

selama sekolah aku ga pernah buat chart prioritas antara mapel, entah itu berdasarkan guru nya, tingkat kesulitan, atau kesukaan aku aja.
kalau ada anak yang banding2in mapel yang dia pelajari berarti dia itu bego. jelas2 dari mulai judul sampe ke guru nya aja beda apalagi isinya, ya mana bisa dibanding2in.

back to the problem, kok kenapa sih rida bisa remedial? padahal rida tuh osis loooh.

nah ini yang bikin sebel kalau udah ada yang sok menghubungkan antara seberapa aktif nya kita di sekolah sama ya kepintaran kita.

sekalipun nyatanya emang berkaitan erat, tapi itu ga berlaku buat aku pribadi. buat aku organisasi itu merupakan hobi. menunjang? iya sih, buat orang lain. tapi gatau kenapa buat aku ga ada hubungannya. ini lah kenapa banyak orang bilang kalau tiap orang itu beda-beda.

kebanyakan diantara kalian pasti anti atau jijik sama yang namanya remedial. oh aku juga sama ko, dulu aku gitu, waktu sd paling takut kalau nama aku terpampang di mading buat yang kena HER. tapi setelah dipikir2, kalau bukan karena perbaikan, mungkin aku ga akan jadi baik

illfeel sebenernya kalau habis ulangan pada saling bandingin jumlah remedial. bikin aku pengen bilang ” ya terus?”

lucu nya, pas jaman-jaman remedial itu ada kaum-kaum yang emang bener ga kena remed karena di akuin doi beneran bisa, tapi ada juga kaum-kaum fake yang bangga ga remedial padahal doi pake cara kotor. you know lah

makanya, remedial itu buat aku bukan sesuatu hal yang buruk. toh jadi anak yang di remedial ga buruk-buruk amat soalnya kita ngerjain mampu nya segitu tanpa maksain sampe-sampe pake cara kotor.

pas jaman-jaman remedial itu, aku berasa jadi artis yang namanya diomongin banyak orang, dipampang di mana-mana. tapi remedial bukan cara aku dapetin perhatian orang sampe segitu nya. hahaha ga butuh kaleee

ya, itu sih karena mereka ada yang emang peduli dan khawatir sama nilai aku, ada juga yang secara diem-diem emang ngejek. awalnya kadang suka sedih digituin. ya diketawain segala macem. tapi satu hal yang bikin aku kuat berdiri ceilah ya karena aku lewatin semua dengan jujur. so buat apa galau

sampai masa-masa remedial terlewati, ada tuh masa-masa yang buat kamu bikin galau selanjutnya yaitu pas pembagian raport!

apalagi kalau yang ngambilnya orang tua…

tiap bagi raport, aku itu pasti tutup raport alias ga dibuka sampe rumah. terkecuali ada temen yg pengen liat duluan nilai aku ya aku kasih. tapi bener, pasti ortu dulu yg liat nilai raport sebelum aku

habis itu aku kabur keluar rumah, pas udah agak lama langsung telfon ibu gimana hasil raport nya. kalau bagus langsung main, kalau jelek ya kerumah balik lagi

dan semester ini nilai aku kata ibu jelek..

sampe rumah, aku liat raport aku lagi di rendengin sama raport sepupu sendiri. disitu bapa sama ibu ngomel2 dan banding2in.

tiap semester kalau aku nilai nya jelek aku selalu terima sekasar, seberat dan selama apapun aku disidang sama bapa sama ibu

kali ini bukan aku ga terima, tapi lebih ke agak melow aja

ternyata aku dibanding2in..

dan siapa sih yang ga bakal kecil hati kalau dibanding2in..

kembali lagi ke perkataan aku diawal, mana bisa dibanding2in kalau 2 hal itu berbeda.

aku sama sepupu aku beda, dan ga sama.

tapi yaudahlah..

by the way kalian habis bagi raport bakalan memasuki masa-masa sidang di rumah. buat aku yang ga pernah belajar pas disidang ya cuman bisa pasrah dan minta ampun buat memperbaiki semua nya..

tapi itu mainstream di film2 juga banyak yg begitu mah. aku sih lagi bayangin aja, gimana sidang nya temen-temen lain, atau bahkan kamu yang lagi baca postingan ini, yang nyata nya kalian sepanjang semester berusaha belajar dengan keras, tapi belum juga bisa memuaskan buat orang tua.

denger ya, pertama jangan pernah berhenti buat berusaha. maybe its something like fckn words bullshit yang kalian baca dari seorang aku yang gapernah usaha buat nilai nya sendiri.

aku juga melarang keras kalian jadi aku karena kalian putus asa. NO! ini itu lifestyle yang ga ada satu orangpun boleh ngikutin. segala macem resiko, pains, troubles, storms nya itu parah.

dear kalian yang udah berusaha keras tapi belum berhasil, ya namanya juga belum berhasil, pasti nanti berhasil. inti nya never quit trying. keep on your path buat terus berusaha.

karena dalam dunia pelajar itu ada 2 kasta, yaitu kasta orang2 yang sibuk sebelum ujian dan santai setelah ujian, ada juga yang santai sebelum ujian tapi rusuh dan ribet setelah ujian.

tapi kalau kamu ngerasa kalian udah sibuk dan ribet sebelum ujian tapi setelah ujian masih aja kena keribetan dan kesibukan, jangan khawatir, siapa tau kalian yang emang bakalan bener sukses nanti nya..

karena kalian yang paling banyak ngerasain sakit pedih naik turunnya jadi orang jujur yang ga dapet timbal baik dari kejujuran kalian sendiri

setelah sidang bareng ortu, habis itu buat kita yang nggak sanggup nampakin muka kita depan buku raport akan selalu terusik karena malam-malam libur panjang kita ditemenin sama buku raport yang ada di atas meja belajar.

mungkin tiba-tiba dia bakal ada disamping kita waktu tidur, tiba2 dateng waktu kita lagi bermimpi..

ini yang paling sulit, yaitu ngerasa bersalah sama diri sendiri. helow hal bodoh yang kalian lakukan itu merupakan kegiatan buang waktu aja. kalian pasti tau kan kalau waktu ga akan pernah kembali, dan kalian juga bukan Doraemon atau Do Ming Joo yang bisa seenaknya ngatur2 waktu.

yang udah sih udah…

introspeksi, itu kunci utama dari postingan ini..

makin sering2 ngaca, apa bener kita udah usaha bener2? apa bener kita udah bener-bener kebeneran belajar? apa bener soal2 yang kita jawab itu pada bener?

karena pasti ada sesuatu yang salah..

tapi bukan kamu, kita dan diri kita..

tapi jawaban kita.. ya itu yang salah! itu lah kenapa aku bilang untuk gaboleh berhenti mencoba, karena dengan kita tau jawaban kita salah, kita jadi tau mana yg bener, dan kita nanti bakalan bener-bener benar.

FROM Rida Robiatul Badriah as the queen of remedial with love,

p1

p3

p2
stay HAKUNA MATATA